Senin, 08 September 2008

Gadisku, Hartaku



Mika, salah satu cewek di sebuah SMU yang anak-anaknya tergolong nakal dan berandalan. Tapi Mika bukannya seperti siswa siswi lainnya. Dia gadis yang baik dan sangat sopan. Teman-temannya sangat menyayanginya. Suatu ketika, Mika menjumpai seorang teman masa kecilnya. Namanya Rio. Mika sangat senang. Tapi, lai hal dengan Rio, Rio sama sekali tidak mengenal Mika lagi. Mika menjadi sangat sedih. Tapi, gak papa lah. Toh...Mika adalah gadis yang kuat dan periang. Beberapa hari setelah pertemuan itu, Mika tidak mengingat lagi Rio. Tapi, emang nasib Mika yang sial, dia bertemu dengan teman masa kecilnya lagi, yaitu Rio. Kali ini, Rio menyapanya...Itu membuat Mika merasa dia tidak perlu marah dengan sikap Rio kemaren. Tapi, beberapa saat kemudian...Rio ternyata telah berubah, dia telah menjadi cowok yang sangat tampan. Tapi sayang, dia sama sekali tidak mempunyai hati. Pertengkaran yang terjadi di depan sekolah Mika itu membuat Rio kalah alias berkelahi disarang lawan sendiri. Setelah kejadian itu,..."Mi..kamu napa, kok kayaknya lesu banget. Kamu sakit ya...?tanya salah satu sahabat mika, yani. "Ngak koq, ndak da papa."ucap mika dengan terus saja memaksa senyumnya untuk menampakkan diri. Ooo.....,ya udah dech kalau gt. Pembicaraan itu berakhir saat bel pulang sekolah mereka berbunyi.

Emang dasar......Si Rio tu kok jadi kayak gitu ya sekarang. Padahal dulu dia kan baik, penyayang ge."Ucap Mika sambil menyisir rambutnya yang seperti sunsilk. Berhara-hari Mika memikirkan Rio, tapi semenjak kejadian depan sekolah Mika, Rio ngak pernah menampakkan diri di muka Mika lagi. Mika seneng sich. Tapi...Mika terus saja memikirkannya. Akhirnya, suatu hari Mika berjalan-jalan sendirian.Mika melihat Rio, dengan penasaran,...Mika mengikuti Rio. Ternyata Rio berhenti disebuah rumah kumuh. Mika menjadi keherannan. Apa yang dilakukan Rio disana?? Apa Rio jatuh miskin?? Masak sich, kemaren aku masih lihat dia pake mobilnya..."semua itu berkecambuk di hati Mika. Mika memutuskan untuk menghampiri Rio. Rio terkejut melihat Mika telah berada dihadapannya. Tanpa berkata apa-apa,..Ro menarik tangan Mika. "Kamu kok ada disini?"tanya Rio tanpa melepas genggamannya. "Lepasin dulu...baru aku jawab,,,lagian kamu sendiri ngapain disini. Lagian ini juga tempat umum."jawab Mika sambil melepas tangannya dari genggaman Rio. Rio berusaha menahan diri..Lalu, ntah kenapa beberapa saat setelah pertengkaran kami..Rio mengajakku untuk bicara baik-baik. Tidak seperti biasanya sich. Tapi aku berusaha mendengarnya dengan seksama. Ternyata aku baru tau kalau Rio yang dulunya sangat pintar. Ternyata diskors dari sekolah. "DISKORS". Aku bener-bener terkejut mendengar berita itu. Kalau bukan dari mulut Rio sendiri, aku ngak akan percaya. Tiba-tiba..."Maukah kamu jadi guruku..?"ucap Rio sambil menggenggam tanganku lagii"WHAAAAATS?????????"Dia nyuruh aku untuk jadi gurunya, sinting kali tu anak. Padahal dia tau sejaka awal kalau aku bersekolah di tempat anak-anak yang jauh diatas pintar. Saat itu, aku hanya berpikir kalau Rio sudah gilaaa......Tapi, tatapannya itu membuat aku ngak bisa ngomong apa-apa lagi dan menyetujuinya....(Sambungannya kapan-kapan ya....)

1 komentar:

initial_P mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.